Cara Menghemat Biaya Listrik dan Air di Rumah


Cara mengemat biaya listrik
Cara Menghemat Biaya Listrik & Air di Rumah (Photo by Jonny Caspari on Unsplash)

Cara Menghemat Biaya Listrik dan Air di Rumah. Pada zaman sekarang ini ketergantungan masyarakat di dunia terhadap energi listrik bisa dikatakan sangatlah tinggi. Sebenarnya bukan hanya energi listrik saja. Ketergantungan kita terhadap berbagai macam energi hasil bumi yang tak dapat diperbaharui demi keberlangsungan hidup kita begitu besar.

Apalagi sejak munculnya gadget sebagai salah satu penemuan di bidang informasi dan teknologi yang kini sangat diminati mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Oleh sebab itu, dengan semakin tingginya kebutuhan tersebut, saat ini makin banyak ajakan untuk melakukan penghematan energi listrik.

Kita memahami ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya alam ini begitu besar dan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti energi tersebut akan habis secara perlahan dan tidak dapat diproduksi kembali. hal itu yang akan membuat kita kesulitan untuk beraktivitas bilamana pola pikir dan pola hidup kita masih saja berkutat pada produk-produk hasil kecerdasan manusia itu.

Meskipun telah banyak ditemukan berbagai macam energi alternatif yang dapat menggantikan posisi sumber daya alam seperti listrik dan bahan bakar kendaraan, jumlah energi alternatif tersebut masih tergolong sangatlah sedikit, bahkan belum ada perusahaan yang telah memproduksi dan menjualnya ke masyarakat umum.

Secara tidak langsung sebenarnya kita dididik secara kurang benar untuk selalu bergantung kepada sumber daya alam yang jelas-jelas akan habis suatu saat, ini bisa terjadi jika kita tidak segera memutuskan untuk beralih dan mencoba menggunakan energi alternatif.

Tanggung Jawab Kita

Terlepas dari tidak adanya perusahaan yang memproduksi energi alternatif pada saat gencarnya permasalahan energi yang terjadi sekarang ini di seluruh dunia, keberlangsungan hidup setiap orang sejatinya merupakan tanggung jawab pribadi. Itu artinya terlepas dari kondisi keadaan dunia yang masih saja diarahkan untuk bergantung pada sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui ini, kita bertanggung jawab untuk diri kita sendiri tentang kebutuhan dan ketergantungan kita pada olahan hasil bumi ini.

Tanpa perlu menyuarakan pendapat demi didengarkan oleh orang-orang di seluruh dunia perihal betapa pentingnya menggunakan energi alternatif mulai sejak dini, kita bisa melakukan perubahan dan menularkannya sedikit demi sedikit kepada masyarakat di sekitar kita melalui sebuah tingkah kebiasaan hidup yang baik dalam menggunakan berbagai macam produk energi alternatif.

Baca juga :  Mendaki Gunung Gede

Contohnya dalam mengatasi tingginya penggunaan kita terhadap kebutuhan penyediaan energi listrik untuk menjalankan berbagai macam aktivitas yang  kita lakukan sehari-hari. Semakin tinggi ketergantungan kita terhadap listrik, semakin banyak penggunaan energi listrik kita dalam satu hari, maka dapat diakumulasikan dalam satu bulan dan hasilnya dapat dilihat melalui tarif atau tagihan biaya listrik yang membengkak.

Walau terlihat harga listrik per KwH belum mencapai nilai nominal di atas Rp 1.000,00 namun akumulasi dari pemakaian setiap harinya yang besar sama saja akan menyebabkan tagihan listrik yang cukup membengkak.

Belum lagi bila kita masih bergantung pada sumber daya alam lainnya yang pasti digunakan dalam keseharian untuk segala kebutuhan rumah tangga. Bagaimana jika kebutuhan antara listrik dan air kita sama-sama besar sedangkan penghasilan kita sebenarnya tergolong sudah cukup? Jelas kita harus putar otak untuk mencari solusi agar setiap bulan kita tidak perlu mengeluarkan biaya terbesar untuk membayar tagihan listrik dan air.

Hal ini yang wajib dipertimbangkan oleh kita, bila kita sudah berkeluarga yang mana seluruh anggota keluarga sama-sama membutuhkan listrik dan air sementara yang berkewajiban untuk membayar seluruh tagihan bisa jadi hanya Anda. Masih sanggupkah  untuk membayar yang berkali-kali lipat lebih tinggi hanya untuk memenuhi kebutuhan pada dua energi hasil bumi ini?

Cara Menghemat Biaya Listrik & Air di Rumah

Mengingat bahwa ketersediaan sumber energi listrik dan air yang terbatas, sementara kebutuhan kita dalam penggunaannya tidak pernah selesai, maka dari itu untuk meminimalisir bengkaknya biaya tagihan listrik maupun air harus mulai disiasati dengan cara pola hidup yang hemat.

Terutama untuk energi listrik. seringkali kita mempunyai kebiasaan yang sangat buruk dengan penggunaan energi listrik bahkan saat siang hari. Efeknya akan terasa setelah diakumulasi pemakaian pada akhir bulan.

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa cara dan tips untuk menghemat biaya listrik serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari :

1. Mencabut Stop Kontak

Jangan membiarkan peralatan terpasang atau mencolok pada saklar ketika tidak sedang dipergunakan. Baik itu pengisi daya gadget kita, TV, setrika, ataupun barang elektronik lainnya. Ketika kita merasa tidak memerlukan menggunakan listrik untuk itu, sebisa mungkin kita hindari kebiasaan meninggalkan barang elektronik dengan kabel masih tertancap pada saklar meskipun dalam kondisi keadaan mati atau off. Energi listrik akan selalu tetap mengalir dalam kabel tersebut ke peralatan elektronik kita. Jika demikian, listrik akan terbuang secara sia-sia dan kita harus membayar biaya tagihan listrik yang semestinya beberapa persen dari tagihan itu merupakan tagihan listrik yang terbuang percuma. Alangkah lebih baik mencabut kabel peralatan elektronik dari saklar untuk memutuskan aliran daya listrik yang mengalir dan akhirnya terbuang begitu saja.

Baca juga :  4 Faktor Kebugaran Jasmani yang Perlu Diketahui

2. Menggunakan Token Listrik

Penggunaan listrik dengan sistem pulsa akan membantu kita dalam menghemat pengeluaran biaya tagihan listrik. Listrik pulsa jenis ini dapat kita disesuaikan dengan kebutuhan listrik yang sudah kita rencanakan sebelumnya dalam kurung waktu satu bulan. Hal ini dapat membantu kita dalam mengontrol pemakaian jumlah listrik yang berlebihan dan membuat kita menjadi lebih bijak dalam penggunaan energi listrik.

Ketika pulsa listrik kita telah habis, maka secara otomatis seluruh aliran listrik yang ada di rumah kita akan terputus dan mati sehingga untuk dapat mengaktifkannya kembali kita harus membeli pulsa listrik kembali. Sistemnya sama persis seperti pulsa handphone prabayar sehingga kita dapat menghitung kebutuhan dan meninjau kembali apa saja yang sebenarnya bisa dihemat dari pemakaian listrik yang berlebihan dan dapat dialokasikan pada kebutuhan lain yang lebih penting dan berguna.

3. Matikan Lampu

Untuk kebutuhan cahaya, siasatilah penerangan yang ada di rumah dengan menyalakan lampu hanya pada saat benar-benar dibutuhkan saja. memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penerangan utama pada saat siang hari. mengunakan lampu hemat energi yang hanya menggunakan jumlah watt kebutuhan listrik yang relatif sedikit. Upayakan untuk menerapkan aturan mematikan setidaknya 2 lampu.

Beberapa siasat dan pengendalian diri terhadap pemakaian jumlah listrik yang lebih dibatasi ini cukup membantu kita dalam mengurangi ketergantungan terhadap listrik dan menekan biaya tagihan listrik bulanan kita.

4. Pendingin Ruangan (Air Conditioner)

Mesin pendingin ini bekerja dengan menggunakan daya listrik lebih banyak dibandingkan dengan peralatan elektronik lainnya. Bila di rumah Anda menggunakan Air Conditioner, pilihlah Air Conditioner yang hemat energi dengan kemampuan untuk menaikkan suhu atau off secara otomatis ketika di dalam ruangan sedang ada sedikit orang atau justru mungkin tidak ada orang sama sekali sehingga tidak perlu kita mendinginkan ruangan yang efeknya tidak akan dirasakan oleh siapa-siapa.

Baca juga :  Sepeda Ontel Tua Berjuta Kenangan

Sesuaikan suhu Air Conditioner dengan luas ruangan dan jumlah orang yang ada. Suhu 20°C untuk luas ruangan sama yang diisi oleh satu orang dengan lima orang dapat dirasakan perbedaannya.

Suhu ini sudah dapat dirasakan sudah cukup dingin pada ruangan yang diisi hanya oleh satu orang saja namun dirasa masih cukup panas untuk ruangan yang ditempati oleh lima orang atau lebih. Pendingin makanan (kulkas) juga wajib diperhatikan dalam penggunaannya.

Jangan sampai mengisi kulkas hingga terlalu penuh karena kulkas akan menyesuaikan suhu dengan banyaknya barang yang ada di dalam kulkas. Hindari keseringan membuka pintu kulkas dalam jangka waktu yang lama karena kulkas akan bekerja lebih tinggi untuk menyesuaikan kembali suhu di dalam dan di luar kulkas yang akhirnya akan menggunakan lebih banyak daya listrik.

5. Matikan Alat Eletronik saat Tidur

Hindarilah kebiasaan tidur dengan berbagai peralatan elektronik yang masih dalam keadaan menyala. Televisi masih menyala ketika tidur, lampu yang dibiarkan menyala, gadget sedang dalam proses pengisian baterai. Televisi yang masih menyala ketika kita tidak sedang menontonnya jelas akan memberikan efek berupa biaya tagihan listrik membengkak.

Lampu sebaiknya dimatikan ketika kita hendak beristirahat selain untuk menghemat biaya tagihan listrik juga baik untuk merilekskan tubuh kita sehingga dapat beristirahat dengan lebih baik. Janganlah pernah tinggal gadget kita dalam keadaan masih mengisi daya ketika kita memutuskan untuk istirahat.

Kita  mungkin merasa tidak terlalu keberatan pada hal pembayaran tagihan listrik namun resiko lain seperti kerusakan baterai yang menggelembung hingga bocor.

Cara menghemat biaya listrik diatas merupakan beberapa tips  alternatif yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tujuannya untuk menghemat penggunaan energi listrik dan menghemat biaya tagihan listrik. Mengingat bahwa bumi kita juga sudah cukup tua dan isu-isu sumber energi yang sedang gencar disuarakan, tidak ada salahnya kita turut berperan dan berpartisipasi dalam penghematan penggunaan energi listrik.

Selain untuk kepentingan generasi penerus anak cucu kita nantinya supaya kelak dapat menggunakan energi-energi ini, dan kita juga dibebaskan dari biaya tagihan yang membengkak serta bisa mengalokasikan dana untuk kepentingan lain yang masuk dalam daftar prioritas kebutuhan harian kita.


Like it? Share with your friends!

71
27 shares, 71 points
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals