KIM (Kesenian Irama Minang) sebagai Media Untuk Menjalin Silaturahmi


Kesenian-Irama-Minang-1
dok. Dbob

Di angkek batu partamo, apo angko nan tibo

Hati-hati manjago, si muncak pulang baburu 

Dapek ruso balang kaki, di hati lai ka tuju 

Induak samang sato manggili, tujuah puluh satu (71)

Di tampih bareh di tampih, di indang ba dadak juo 

Di ganti alah di ganti, nan lamo taraso juo 

Sapuluah (10) nan di cari, di sinan Mamak manjago 

Bara lah sanang hati, hadiah raso ka punyo

Sumatera Barat, apa hal yang pertama kali terlintas di fikiran kalian saat mendengar kalimat tersebut?, nasi padang yang selalu mengiurkan, sate padang dengan aroma yang khas, atau  rendang  makanan yang telah diakui dunia sebagai makanan terlezat menurut beberapa versi, atau jam gadang , dialeknya, dan lain sebagainya yang khas hanya ada di sumatera barat.

Yap, kita kesampingkan dulu pembahasan mengenai makanan khas Sumatera Barat yang membayangkannya saja sudah membuat perut lapar, karna nanti mungkin akan kita bahas di tulisan yang lain. Kali ini kita akan membahas mengenai “KIM” (Kesenian Irama Minang) salah satu kesenian yang berasal dari sumatera barat ini sangat menarik, sedikit mendebarkan, harap-harap cemas, penuh konsentrasi, gelak tawa, karna banyolan dari pedendang yang kadang – kadang sempat saja terfikirkan hal – hal yang bisa menggocok perut kalian dengan dialek khas minangnya.

Baca juga :  Fakta Unik Cara Mempertajam Panca Indra Tubuh Kita
Kesenian-Irama-Minang-1
dok. Dbob

Kim sendiri biasanya terlaksana dari perkumpulan perkumpulan organisasi-organisasi “Urang minang” (Orang Minang) itu sendiri. Saat pembentukan panitia organisasi, acara pernikahan, acara pemilihan ketua, caleg, ulangtahun dan lain – lain. Sebelum acara dimulai peserta biasanya diberikan kertas kupon satu set yang mana kertas – kertas tersebut terdapat warna biasanya merah, kuning, hijau, putih, biru tergantung panitia pelaksana.

Dalam satu lembar warna kupon terdapat 6 kolom dan 9 baris, yang mana terdapat angka acak dari 1 sampai dengan 90. Dalam 1 baris terdapat 5 angka yang mengisi 9 baris tersebut secara acak dan setiap baris dan kolom terdapat angka yang tak pernah sama dari baris yang satu dengan baris yang lainya, dan dari kolom yang satu dengan kolom yang lainya.

Pedendang merupan seorang yang tugasnya mengambil nomor yang ada didalam wadah yang telah disediakan dengan mengambilnya secara acak. Sambil mengambil nomor yang ada di wadah yang biasanya sebesar biji karambol dan bertuliskan angka.

Nah, keseruan dimulai disini, saat “pedendang” penyanyi mulai menyanyikan lagu, petatah, petitih, gurundam, pantun, dan puisi dalam irama musik yang selalu membuat ingin bergoyang saat mendengarnya. Liriknya kira kira seperti yang saya lampirkan di atas, kita harus cermat dan teliti mendengar dan menelaaah setiap baris kata-kata yang pedendang keluarkan, karna di setiap kata yang pedendndag keluarkan terselip angka-angka antara 1 – 90 .

Baca juga :  Jalan- Jalan Ke Museum Layang-Layang

Tugas kita menandai, ceklis, melingkari angka yang ada di dalam kupon kita, tergantung kupon warna apa yang sedang di mainkan.jika terlewat, kita sendiri yang rugi, namun zaman sekarang  telah terkomputerisasi, maka setiap angka yang keluar dari pedendang ditampilakn di layar untuk mempermudah para perserta.

Nah, gimana klo pada zaman bahela, tanpa adanya layar yang menampilkan angka, apalagi di tambah ada temen yang jahil, bisa bisa hangus kemenangan kita.

Peserta dinyatakan menang apabila, dalam satu baris yang terdapat lima angka tersebut terisi secara penuh, lima angka vertikal atau mendatar sudah keluar semua. Dan kita berhak mendapatkan sovenir atau hadiah yang telah di sediakan panitia.

Hadiah pun bervariasi, mulai dari kaos, daster, sendok, tempat minum, rantang, payung, jam dinding, handuk daln lain-lain.

Kesenian-Irama-Minang-2
dok. Dbob

Namun apabila hadiah lumayan besar, biasanya kita harus mengumpulakn 2 baris 10 angka, yang mana tadi hanya 1 baris lima angka. Sekarang kita harus mencari 1 baris lagi agar genap menjadi 2 baris 10 angka. Karna lumayan banyak angka yang di cari, hadiahnya pun lumayan besar.

Hadiah bisa berupa hadiah sepeda gunung, mesin cuci, kompor gas, kulkas, megic jar, bahkan sampai sepeda motor, tergantung dari sponsor dan dana yang ada oleh panitia penyelenggara.

Baca juga :  Gereja Ayam AADC 2 sebagai Rumah Doa

Ketegangan, was – was bertambah, senyum semakin lebar, seperti menanti sang buah hati,  apabila kita sudah menemukan 4 baris, tinggal satu baris lagi yang harus di temukan ini yang di namakan “coki” (Ceki). Karna munhngkin bukan kita saja yang ceki, bisa jadi orang lain juga ceki dan  yang duluan mengumpulakn baris yang ada dia lah pemenagnya, dan berhak akan hadiahnya.

Untuk mendapatkan kupon jangan kahwatir, biasanya kupon diberikan secara cuma – cuma alias gratis, tanpa pungutan uang sepeserpun, karna menurut saya inti dari permainan ini adalah kebersamaan, kekeluargaan, kesenangan semata, karna jarang berkumpul terlebih lagi dengan rutinitas masing masing, membuat jarang bertemu, walau terkadang jarak yang tak terlalu jauh namun sangat sulit untuk bertemu.

Jadi KIM merupakan sebuah mediasi yang sengaja diadakan oleh perkumpulan – perkumpulan “Urang minang” untuk saling menjalin silaturahmi. Karena dengan adanya hadiah membuat orang tertarik untuk datang meskipun hadiah yang didapat pun tak seberapa.

Terlebih lagi bagi kami para perantau, yang ada di daerah minoritas jarang sekali bisa berkumpul sesama Urang minang, dengan sesekali berkumpul maka diharapkan pertemuan ini selalu bisa mengenal siapa saja sodara, sepupu, ninik, mamak, bundo kandung.


Like it? Share with your friends!

17
33 shares, 17 points
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals