Sejarah Pencak Silat di Indonesia ada Sejak Abad ke 7


Pencak-Silat-Indonesia
Pencak-Silat-Indonesia Photo by : historia.id

Seni bela diri pertama kali muncul di dunia dikarenakan oleh cara manusia untuk mempertahankan dirinya dari berbagai macam serangan manusia lain atau tantangan alam dalam sebuah konflik.

Tahukah kalian bahwa pada zaman dulu, jauh sebelum seni bela diri mulai berkembang, orang-orang di negara eropa biasa melakukan perkelahian dengan tinju. Mengandalkan kekuatan secara langsung sehingga dapat diprediksi bahwa setiap pertarungan akan selalu dimenangkan oleh orang yang bertubuh besar dan juga kuat.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai menyadari bahwa dalam setiap pertarungan tidak hanya memerlukan besarnya kekuatan, tetapi  efektifitas dari serangan yang juga mematikan, sehingga ada kebutuhan atas seni bela diri.

Bangsa Indonesia sudah lama sekali telah memiliki seni bela diri yang disebut Pencak Silat. Gerakan dalam ilmu bela diri Pencak Silat muncul sebagai hasil kreasi dari menirukan gerakan hewan  yang ada di alam sekitarnya, seperti gerakan kera, harimau, ular, atau burung elang.

Diperkirakan pencak silat menyebar di kepulauan nusantara sejak abad ke 7 masehi, namun demikian asal mulanya belum bisa ditentukan secara pasti. Dikisahkan secara turun temurun bahwasannya Kerajaan-kerajaan besar di nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit sudah memiliki banyak pendekar-pendekar hebat dan juga sakti yang menguasai ilmu bela diri.

Baca juga :  Pantai Jogan Yogyakarta Sebagai Pantai Tersembunyi

Dikarenakan Tradisi ilmu pencak silat yang sebagian besar diturunkan hanya melalui lisan atau dari mulut ke mulut, mengakibatkan minimnya informasi yang dapat menjelaskan secara detail sejarah mengenai asal mula pencak silat di tanah air.

Beberapa sejarah mengenai pencak silat bisa dilihat dalam bentuk legenda yang beredar dimasyarakat yang tentunya berbeda versi dari satu daerah dengan daerah lainnya. Pada legenda Minangkabau misalnya, pencak silat diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariaman pada abad ke-11. Lalu kemudian silat dibawa serta dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara.

Demikian pula cerita rakyat mengenai asal muasal silat aliran Cimande. Dikisahkan bahwa ilmu silat bersumber dari seorang perempuan yang sedang mencontoh gerakan pertarungan antara harimau dengan monyet.

Setiap daerah pada umumnya memiliki tokoh persilatan masing-masing yang sangat dibanggakan, misalnya Prabu Siliwangi sebagai tokoh pencak silat asal Sunda Pajajaran, Hang Tuah seorang panglima Malaka, atau Si Pitung yang populer jawara Betawi.

Perkembangan seni pencak silat secara historis mulai tercatat pada abad ke-14. Ketika itu penyebarannya banyak dipengaruhi oleh ajaran agama Islam di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersamaan dengan pelajaran agama di pesantren. Silat dan filosofinya menjadi sangat erat dengan spiritual.

Baca juga :  Pasar Pahing, Serunya Pasaran Jawa

Hingga masuk pada masa zaman Penjajahan, Pencak Silat kemudian berkembang sangat pesat semakin luas dari sarana penyebarluasan ilmu agama menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajahan asing.

Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah, tercatat para pahlawan di Republik Indonesia yang diketahui mahir menguasai seni bela diri, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta beberapa pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.

Dalam budaya beberapa suku di Tanah Air, pencak silat ternyata juga memiliki peran menjadi bagian dalam upacara adat. Semisal kesenian tari Randai asal Minangkabau yang tak lain merupakan gerakan pencak silat. Tari randai sendiri biasa ditampilkan dalam sebuah acara adat atau perayaan di Minangkabau.

Kemudian dalam sebuah prosesi pernikahan adat Betawi juga terdapat pencak Silat dalam tradisi “Palang Pintu”. Prosesi ini menceritakan bahwa rombongan pengantin pria yang dalam perjalannya untuk meminang pengantin perempuan dihadang oleh para pendekar silat di kampung setempat.

Baca juga :  9 Cara Efektif Membakar Lemak Tubuh

Sebagai prasyarat untuk bisa meminang pengantin perempuan, maka pengantin pria diharuskan mengirim utusan jawaranya untuk mengalahkan sang penghadang pintu tersebut. Sehingga pertarungan silat antara jawara penghadang dengan pendekar pengiring pengantin pria pun terjadi. Ini sebagai simbol usaha keras membangun pernikahan.


Like it? Share with your friends!

18
34 shares, 18 points
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals